Segelas es sirup dan goreng-gorengan pastilah nikmat disantap saat berbuka puasa. Hidangan tersebut pasti menjadi favorit keluarga, dahaga sehari penuh dapat hilang seketika. Namun, amankah mengonsumsi es dan goreng-gorengan setelah seharian berpuasa? Adakah dampaknya bagi tubuh?
Dr dr Saptawati Bardosono, MSc, Ketua Program Studi Doktor Fakultas Kedokteran UI berpendapat, yang paling baik diminum saat berbuka puasa adalah air dengan suhu yang sama dengan suhu tubuh. "Sebenernya kalau puasa, yang
Jumat, 12 Agustus 2011
Gorengan Bikin Lemak Baik Jadi Jahat
Lemak, meski cenderung dihindari, sebenarnya mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Hanya saja, perlu dikenali apakah lemak tersebut golongan yang baik atau yang jahat untuk tubuh. Lemak baik seperti pufa (lemak tak jenuh ikatan ganda, atau lemak esensial) bisa menjadi lemak jenuh atau safa (lemak jahat).Asupan pufa bisa dibutuhkan tubuh untuk pembentukan sel. Namun, lemak baik ini bisa menjadi jahat jika cara memasaknya keliru, yakni
Sayangi Jantung, Kurangi Lemak dari Gorengan
Berdasarkan statistik, sekitar 17,5 juta orang per tahun meninggal akibat penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyatakan penyakit kronis seperti penyakit jantung menjadi penyebab utama kematian di dunia.Tingginya angka statistik tersebut memang ada penyebabnya. Peluang untuk
Trik Menggoreng yang Sehat
Menggoreng merupakan cara masak yang paling tidak dianjurkan oleh sebagian besar ahli gizi karena menambah kandungan lemak ke dalam makanan. Lalu, apa lantas kita harus berhenti menyantap gorengan yang garing, renyah, dan gurih itu?Rasanya mustahil bagi kebanyakan dari kita, apalagi yang lidahnya masih asli Indonesia. Biar tak terlalu merasa bersalah, mari kita ikuti berbagai trik ini. Jadi kita bisa menggigit gorengan yang kemripik, tanpa
Bahaya Kebanyakan Duduk bagi Kesehatan
Hasil penelitian menunjukkan, gaya hidup kurang aktif atau sedentari dapat meningkatkan risiko mengidap penyakit kronis meskipun Anda telah meluangkan waktu untuk berolahraga."Jika orang-orang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk, meski telah berolahraga secara rutin, mereka tetap berisiko tinggi terkena penyakit kronis. Jika
Langganan:
Postingan (Atom)